Dengan Apa Kita Menyambut Hari Raya Ied Qurban?



Lebaran Haji udah mau dekat nih, gimana yah cara kita menyambutnya

Segala puji bagi Allah Tuhan segenap alam, shalawat dan salam atas
nabi dan rasul termulia, Muhammad Shallallaahu `alaihi wa sallam
serta seluruh shahabatnya.



Termasuk karunia Allah dan pertolonganNya adalah menjadikan muslim
kebaikan bagi hambaNya yang shalih dan memperpanjang umur mereka
untuk menyongsong kebahagiaan dan kesejahteraan di hari kemudian.
Waktu-waktu yang agung dan termulia itu diantaranya adalah sepuluh
hari (awal) bulan Dzulhijjah. Dalil-dalilnya adalah:

1. Firman Allah Subhaanahu wa Ta'ala :
"Demi fajar, dan malam yang sepuluh." (Al-Fajar: 1-2) Ibnu Katsir
Rahimahullah menerangkan, bahwa yang di maksud ada-lah 10 hari
pertama pada bulan Dzulhijjah.

2. Firman Allah Subhaanahu wa Ta'ala :
"Pada hari-hari yang telah ditentukan." (Al-Hajj: 28)
Ibnu Abbas Radhiallaahu `anhu berkata yaitu: hari-hari sepuluh
(Dzulhijjah) .

3. Ibnu Abbas Radhiallaahu `anhu berkata: Rasulullah
Shallallaahu `alaihi wa sallam bersabda: "Tiada amal ibadah di hari
apapun yang lebih utama dari 10 hari ini" mereka bertanya, "tidak
pula jihad? Rasulullah bersabda: "Tidak pula jihad, kecuali seseorang
yang keluar mempertaruhkan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali
dengan sesuatu apapun." (HR. Al-Bukhari)

4. Ibnu Umar Radhiallaahu `anhu berkata: "Rasulullah
Shallallaahu `alaihi wa sallam bersabda: "Tiada hari-hari yang paling
agung di sisi Allah dan dicintaiNya untuk beramal di dalamnya dari
pada 10 hari (Dzulhijjah) ini, maka perbanyaklah tahlil, takbir, dan
tahmid pada saat ini." (HR. At-Thabrani)

Ibadah Yang Dianjurkan Pada Hari-Hari Tersebut

1. Shalat; Disunnahkan berangkat lebih awal menuju (jamaah)
shalat fardhu. Memperbanyak shalat sunnah, karena hal itu merupakan
sarana pendekatan yang paling utama.
Sahabat Tsauban Radhiallaahu `anhu berkata: saya mendengar Rasulullah
Shallallaahu `alaihi wa sallam bersabda "Hendaklah kalian
memperbanyak sujud kepada Allah. Kerena sesungguhnya tidaklah kalian
sujud sekali saja, kecuali Allah akan mengangkat kalian semua
kepadaNya dengan sujud itu satu derajat dan menggugurkan dengannya
dari kalian satu dosa" (HR. Muslim) dan ini umumnya bagi setiap waktu.

2. Puasa: Diriwayatkan dari sahabat Hunaidhan bin Khalid dari
istrinya dari sebagian istri Nabi Shallallaahu `alaihi wa sallam
berkata: "Adalah Rasulullah Shallallaahu `alaihi wa sallam berpuasa
pada 9 Dzulhijjah, sepuluh Muharram dan tiga hari setiap bulan" (HR.
Ahmad, Abu Daud dan An-Nasa'i)
Imam An-Nawawi berkata tentang puasa di hari-hari sepuluh (awal)
Dzulhijjah: "Sesungguhnya ia amat dianjurkan"

3. Takbir, tahlil dan tahmid; sebagaimana telah di nukil dari
hadits Ibnu Umar Radhiallaahu `anhu di atas: "Maka perba-nyaklah
tahlil, takbir dan tahmid"
Imam Al-Bukhari rahimahullah berkata: "Ibnu Umar Radhiallaahu `anhu
dan Abu Hurairah Radhiallaahu `anhu keluar ke pasar sambil
mengumandang- kan takbir dan orang-orang membaca takbir karena takbir
beliau berdua." Al-Bukhari juga mengatakan, "Umar Radhiallaahu `anhu
bertakbir di kubah beliau di Mina sehingga jamaah masjid bertakbir
mengumandang- kannya dan bertakbir semua, penghuni pasar-pasar
bertakbir sehingga Mina merata dengan gema takbir".
Ibnu Umar Radhiallaahu `anhu juga bertakbir di Mina di hari-hari itu,
usai shalat fardhu, di atas kudanya, dalam tenda, di waktu duduk dan
berjalannya, di hari itu seluruhnya disunnahkan mengeraskan takbir
karena Umar, putranya dan Abi Hurairah melakukan demikian.

4. Puasa pada hari Arafah; bagi selain yang melaksanakan ibadah
haji sangat dianjurkan berpuasa hari Arafah karena Rasulullah
Shallallaahu `alaihi wa sallam bersabda tentang puasa Arafah
ini, "Yaitu menjadi jaminan Allah untuk menghapus (dosa-dosa hamba)
setahun sebelumnya dan setahun sesudahnya" (HR. Muslim)

5. Keutamaan Hari Qurban.
Banyak kaum muslimin yang lupa akan keagungan hari ini padahal para
ulama berpendapat bahwa hari ini adalah hari yang paling utama dalam
satu tahun secara mutlak bahkan melebihi hari Arafah.
Ibnu Qoyim berkata: " Sebaik-baik hari disisi Allah adalah hari Raya
Qurban, yaitu hari raya Haji yang agung". Sebagaimana dijelaskan
dalam Sunan Abu Dawud dari Nabi Shallallaahu `alaihi wa
sallam : "Sesungguhnya seagung-agung hari di sisi Allah adalah hari
raya Qurban, kemudian hari menetap" (hari menetap yaitu hari menetap
di Mina, yaitu tanggal sebelas). Demikian pula hari Arafah, yang juga
sama-sama mulia dan agung.

Dengan Apa Menyambut Saat-Saat Kebajikan

Seyogyanya seluruh kaum Muslimin menyambut musim-musim kabajikan ini
dengan bertaubat yang benar dan bersungguh-sungguh setulus hati
meninggalkan dosa dan kemaksiatan, karena dosa menjadi sebab
terhalanginya manusia dari fadhilah Tuhan dan menjadikan hatinya
tertutup dari perlindunganNya.

Seyogyanya pula menyongsong dengan tekad dan kemauan yang kuat dan
benar untuk merebut amalan-amalan yang diridhai Allah Subhaanahu wa
Ta'ala sebab orang yang bersungguh-sungguh menu-ju Allah, maka Allah
pasti bersungguh-sungguh kepadanya.

Firman Allah Subhaanahu wa Ta'ala , artinya: "Dan orang-orang yang
berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami
tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami.Dan sesungguhnya Allah benar-
benar beserta orang-orang yang berbuat baik". (Al-Ankabut: 69)
"Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga
yang, luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-
orang yang bertaqwa" (Al-Imran:133)

Maka marilah senantiasa bersemangat merebut kesempatan yang akan
segera lewat, sebelum benar-benar terlewatkan hingga kita menyesal
padahal penyesalan begini tidak berguna. Dan masuklah dalam golongan
orang-orang yang dipuji Allah dalam firman-Nya,
artinya: "Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu
bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan
mereka berdo'a kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah
orang-orang yang khusyu' kepada Kami.". (Al-Anbiya: 90)

HUKUM HARI RAYA QURBAN

Hari raya ini adalah keistimewaan khusus buat umat kita, perayaan
agama yang meriah, termasuk syiar dienul Islam, maka marilah kita
berpartisipasi dan mengagungkannya. Allah berfirman,
artinya: "Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan
syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan
hati". (QS: Al-Hajj: 32)

Adab-adab dan hukum Idul Adha:

1. Takbir, disyariatkan bertakbir mulai Shubuh hari Arafah (9
Dzulhijjah) sampai pada waktu Ashar di akhir hari Tasyriq (tanggal 13
Dzulhijjah).
Disunnahkan bagi kaum pria meninggikan suaranya di masjid-masjid
pasar, rumah, juga setiap usai shalat wajib sebagai bukti
mengagungkan Allah dan menampakkan ibadah dan syukur kepadaNya.

2. Menyembelih Qur'ban; Dilaksanakan setelah shalat hari raya,
karena Rasul Shallallaahu `alaihi wa sallam bersabda: "Siapa yang
menyembelih sebelum shalat maka hendaklah mengulangi berikutnya dan
siapa belum menyembelih hendaklah menyembelih." (HR. Al-Bukhari).
Waktu menyembelih adalah 4 hari, yaitu hari Idul Adha dan 3 hari
Tasyrik (tanggal: 11, 12 dan 13) sebagaimana sabda Rasul
Shallallaahu `alaihi wa sallam : "Seluruh hari Tasyrik adalah hari-
hari menyembelih" (Silsilah hadits shahih No. 2476)

3. Mandi dan menggunakan minyak wangi bagi kaum lelaki;
Berpakaian yang paling bagus tanpa berlebihan maupun terlalu panjang,
tidak mencukur jenggot, karena hukumnya haram. Sedangkan bagi kaum
perempuan disyariatkan keluar ke tempat shalat tanpa pakaian mewah
dan tanpa minyak wangi. Jangan sampai dalam shalat yang tujuannya
berbuat ketaatan kepada Allah, mereka malah memakai pakaian yang
menentangNya, seperti pakaian mewah, membuka aurat dan wewangian di
depan lelaki.

4. Makan daging Qurban: "Rasulullah Shallallaahu `alaihi wa
sallam tidak makan sampai kembali dari shalat kemudian makan dari
daging Qurban".

5. Pergi ke tempat shalat Ied dengan berjalan kaki selagi tidak
menyusahkan. Menurut sunnah, shalat hari Raya adalah dilaksanakan di
tanah lapang kecuali ada halangan, seperti hujan maka dilaksanakan di
dalam masjid seperti yang dilakukan Rasul Shallallaahu `alaihi wa
sallam .

6. Shalat bersama kaum muslimin, lalu mendengarkan khutbah.
Berdasar-kan firman Allah Subhaanahu wa Ta'ala , yang artinya: "Maka
dirikanlah shalat karena Rabbmu; dan berkorbanlah" (QS. 108:2)
Shalat Ied tidak boleh ditinggal kecuali karena udzur menurut
syariat, kaum wanita diperintahkan mendatangi juga, termasuk wanita
yang sedang haidh, juga orang tua, namun posisi wanita yang haidh
menjauh dari tempat shalat.

7. Melewati jalan yang berbeda: Di sunnahkan bagi Anda berangkat
ke mushalla (tempat shalat di lapangan) hari raya ini melewati satu
jalan dan pulang lewat jalan yang lain, karena Rasulullah
Shallallaahu `alaihi wa sallam melaksanakan demikian.

8. Mengucapkan selamat berhari raya di bolehkan seperti ucapan
semoga Allah menerima amal ibadah kami dan Anda sekalian.

Berhati-hatilah saudara dari kesalahan sebagian manusia, di
antaranya:

1. Takbir dengan berjamaah: dengan suara satu atau mengulang-
ulang setelah takbir seseorang.
2. Perbuatan sia-sia yang diharam-kan, seperti mendengarkan
nyanyian, menonton film-film, berkencan maupun pertemuan lelaki dan
perempuan selain mahram, dan kemaksiatan lainnya.
3. Memotong rambut dan kuku bagi yang akan berkorban sampai
setelah menyembelih, karena dilarang Rasulullah Shallallaahu `alaihi
wa sallam .
4. Berpesta pora; berboros-borosan atau mubadzir tanpa ada
keperluan dan kebaikan.

Disarikan dari Nasrah Darul Qasim, Fadhlu `Arsy Dzilhijjah. (Waznin
Mahfudh)

Sumber : http://trimudilah. wordpress. com/2007/ 01/02/keutamaan- 10-hari-awal-
dzulhijjah/

Share this post :

Post a Comment

yang nyasar kesini

Krecekan Blog

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Hanya Manusia Biasa - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger